PJI Lamongan Gelar Sambang Desa di Gunungrejo, Perkuat Kemitraan Pemdes dan Media

IMG 20260521 WA0025

LAMONGAN | Liputan6nusantara. Com Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan “Sambang Desa” di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan dihadiri jajaran pengurus PJI Lamongan, unsur Polsek Kedungpring, Koramil, perwakilan Korem 082/CPYJ, perangkat desa, PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat.

 

Kepala Desa Gunungrejo, Gutomo, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai pola komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan media menjadi hal penting demi terciptanya pembangunan desa yang lebih maju dan terbuka.

 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran PJI di Desa Gunungrejo. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi perangkat desa terkait pentingnya membangun hubungan baik dengan media,” ujar Gutomo.

 

Sementara itu, perwakilan Polsek Kedungpring, Ipda A. Nur Adi, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menyoroti maraknya tindak kriminalitas dan penyebaran informasi yang belum tentu benar di ruang digital.

 

“Masyarakat harus lebih hati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks maupun provokasi,” tegasnya.

 

Dalam sesi utama, Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Ir. Handoyo, memaparkan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah desa dan media massa. Ia menilai media memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan desa melalui fungsi edukasi, informasi, literasi, dan transparansi publik.

 

Menurut Handoyo, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga menjadi sarana pendidikan masyarakat melalui penyajian informasi yang mencerdaskan dan membangun pola pikir positif warga desa.

 

Selain itu, media juga dinilai berperan sebagai jembatan informasi untuk memperkenalkan potensi desa, program pembangunan, hingga berbagai capaian masyarakat kepada publik secara luas.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, lanjut Handoyo, media arus utama juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan literasi masyarakat agar mampu memilah informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Sinergi yang baik antara pemerintah desa dan media akan menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.

 

Tak hanya membahas fungsi media, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai cara menghadapi wartawan secara profesional. Handoyo menekankan pentingnya sikap terbuka, komunikatif, dan tidak defensif saat menerima kunjungan jurnalis.

 

Ia juga mengingatkan agar pemerintah desa selalu menyiapkan data pendukung yang valid terkait program desa, seperti pengelolaan BUMDes, ketahanan pangan, penggunaan dana desa, hingga pembangunan infrastruktur.

 

Menurutnya, penunjukan juru bicara yang tepat juga penting agar informasi yang disampaikan kepada media tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

 

Melalui kegiatan Sambang Desa ini, PJI Lamongan berharap Pemerintah Desa Gunungrejo semakin siap membangun hubungan yang harmonis bersama media sebagai mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan desa dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Red**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *