Proyek pekerjaan Saluran Mojorejo Diduga Tak Sesuai Spek

Lamongan, — Liputan6nusantara. Com Proyek rehabilitasi saluran primer/sekunder di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari anggaran sebesar Rp378.350.000, kini menjadi sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Berkah Karya Muda tersebut diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis (spek) sebagaimana yang telah ditetapkan.

 

Bacaan Lainnya

Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan penggunaan material berupa batu bekas galian (batu eks galian) dalam proses pembangunan saluran. Material tersebut dinilai tidak sesuai standar konstruksi yang semestinya menggunakan batu baru dengan kualitas tertentu guna menjamin kekuatan dan ketahanan bangunan.

 

Sejumlah warga setempat mengaku heran dengan kualitas material yang digunakan. Mereka menyebutkan bahwa sejak awal pengerjaan, tampak adanya kejanggalan dalam pemilihan bahan.

 

“Kalau dilihat kasat mata, itu batu seperti bekas bongkaran atau galian, bukan material baru. Kami khawatir bangunan ini tidak akan bertahan lama,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Proyek ini sendiri berada di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan. Sesuai ketentuan, setiap pekerjaan konstruksi yang dibiayai oleh anggaran pemerintah wajib mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal penggunaan material.

 

Praktisi konstruksi yang dimintai pendapat menyebutkan bahwa penggunaan batu eks galian berpotensi menurunkan kualitas struktur bangunan. Selain berisiko terhadap daya tahan, material tersebut juga dapat mempengaruhi stabilitas saluran, terutama saat debit air meningkat.

 

“Jika benar menggunakan batu bekas tanpa melalui proses seleksi dan pengujian kualitas, tentu itu melanggar prinsip konstruksi yang baik. Dampaknya bisa fatal dalam jangka panjang,” jelasnya.

 

Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana CV Berkah Karya Muda maupun Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

 

Masyarakat berharap adanya transparansi serta pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait. Mereka juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut guna memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

 

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dalam setiap proyek pembangunan, agar penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan tidak menimbulkan potensi kerugian di kemudian hari.(Red**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *